Pages

Thursday, January 26, 2012

Pelaksanaan Proyek Apartemen Bersubsidi berdasarkan Peraturan Pembangunan Rumah Susun Bertingkat Tinggi, Kasus: Apartemen Buah Batu Park, Bandung

Abstrak ini diambil dari makalah yang merupakan tugas dari mata kuliah Manajemen Proses Proyek, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2011, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty, Puspita Darmaningtyas, dan Lestari.

Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) yang dikenal juga dengan istilah Apartemen bersubsidi atau Low Cost Apartment (LCA) merupakan jenis bangunan yang kini mulai banyak dibangun di kota-kota besar Indonesia. Hal ini disebabkan oleh yang program pemerintah untuk menyediakan perumahan di kawasan pusat aktivitas masyarakat yaitu proyek seribu menara yang dimulai sejak tahun 2007. Sejak mulai program ini mulai diberlakukan sampai dengan tahun 2010, baru 230 apartemen yang terbangun di sepuluh kota besar Indonesia. Program ini menghadapi berbagai kendala dari mulai perizinan, pertanahan, keterpaduan infrastruktur, pajak dan retribusi pusat dan daerah, serta kebijakan pembiayaan. Oleh karena itu, makalah ini akan berusaha membahas bagaimana pelaksanaan pembangunan proyek apartemen bersubsidi dilihat dari peraturan pemerintah tentang penyelenggaraan Rusunami.


Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan melakukan observasi, melakukan wawancara dengan pihak pengembang dan kajian literatur. Penelitian ini mengambil kasus studi Apartemen Buah Batu Park di kota Bandung. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa apartemen bersubsidi yang pembangunan dan pengelolaannya diserahkan kepada pengembang sudah terlaksana dengan baik dan memenuhi standard, tetapi dalam hal kepemilikan atau subsidi, peningkatan harga cenderung tinggi. Selain itu, peran pemerintah sangat sedikit dalam hal pemberian subsidi, sehingga hal ini menyebabkan Apartemen bersubsidi yang dibangun lebih bersifat komersial dan tidak tepat sasaran seperti tujuan awal program pemerintah seribu menara.

No comments: