Pages

Thursday, November 22, 2012

Studi Mengenai Konsep Community Malls di Kota Bangkok, Thailand dan Bandung, Indonesia


Abstrak ini diambil dari makalah yang  dipublikasikan pada Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) pada tanggal 3 November 2012 di Galeri Arsitektur, Institut Teknologi Bandung yang disusun oleh Alia Widyarini Hapsariniaty dan Aswin Rahadi

Bangkok merupakan salah satu kota terbesar di Asia Tenggara, yang menghadapi permasalahan klasik berupa kemacetan lalu lintas. Salah satu upaya yang dilakukan oleh properti developer disana adalah dengan menciptakan hub-hub kecil berupa community malls, memanfaatkan hub-hub Bangkok Train System (BTS) untuk mendekatkan jarak temu antar warga kota Bangkok yang ingin berinteraksi. Paper ini mencoba menganalisa lebih jauh mengenai konsep community malls di Bangkok, bagaimana karakteristiknya, dan mencoba membandingkannya dengan konsep mall yang serupa yang ada di Bandung. Dari hasil penelitian pendek ini, didapatkan kesimpulan bahwa konsep community mall baru dapat dilaksanakan, apabila didukung dengan sistem transportasi publik yang cukup baik. Hal ini yang menyebabkan mengapa konsep community mall di Bandung belum dapat terimplementasikan dengan baik.

Untuk makalah lengkap dapat dilihat disini

Wednesday, October 10, 2012

Kampung Braga dan Kawasan Tepi Air Cikapundung yang Berkelanjutan sebagai Kawasan Tujuan Wisata di Bandung

Abstrak ini diambil dari makalah yang  dipublikasikan pada Seminar Nasional Cities 2012 di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, Indonesia tanggal 19 September 2012 dan ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty, Puspita Sadarpo, Irma Subagio, Monike Kusna

Kampung Braga merupakan kawasan yang berdekatan dengan jalan Braga, yaitu kawasan yang menjadi salah satu tujuan wisata di Bandung, selain itu kawasan ini juga berada di tepi air sungai Cikapundung. Kawasan ini memiliki kepadatan hunian yang cukup tinggi dan kondisi lingkungan fisik yang kurang baik. Oleh karena itu, makalah ini mencoba untuk mengidentifikasi berbagai kekuatan dan kekurangan yang ada pada kampung Braga dengan letaknya yang cukup strategis dan berdekatan dengan kawasan tujuan wisata. Hasilnya adalah kampung Braga memiliki potensi untuk dijadikan kampung kota yang berkelanjutan dan kawasan tujuan wisata di Bandung. Program yang dilaksanakan untuk mendukung konsep tersebut adalah dengan: penataan kawasan di tepi air sungai Cikapundung; perbaikan kondisi fisik kawasan permukiman, serta Prasarana dan Sarana Umum (PSU ); dan perbaikan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Sleep Early, Wake Up Early Movement! How to Cope with Health and Traffic Problem in Cities

Abtrak ini diambil dari makalah yang  dipublikasikan pada Seminar Nasional Cities 2012 di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, Indonesia tanggal 19 September 2012 dan ditulis oleh Aswin Rahadi, Alia Widyarini Hapsariniaty, Siti Larissa Sarasvati, Siti Kania Mevianti, Muhammad Iwan Aryanggi, Tara Putri Paramitha

“Early to bed and early to rise makes and man healthy, wealthy and wise” – Ben Franklin

Our life began when we are waking up. In general, the habits of waking up can be generalized into two group categories; the early riser and the night owl, with both of these groups have their own advantages/disadvantages. This paper is an extension from an idea submitted into Phillips Project + competition which discuss about the phenomenon, and its relationship with our daily activities. What happened in the society nowadays is against the common rules from both aforementioned habits, as we are usually wakes up early and sleep late, due to bad traffic jam or because of workloads of wrong living habits. These habits if not fixed soon, can cause health and mental problem in the future.

Co-Operative Housing Cluster: Renewed Housing Concept for Poverty Alleviation and Economic Development

Abstrak ini diambil dari makalah yang dipublikasikan pada Arte-Polis 4 International Conference di Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia tanggal 6 Juli 2012 dan ditulis oleh Colin Gan, Aswin Rahadi serta Alia Widyarini Hapsariniaty.

Indonesia is a country with population of 245,613,043 (July 2011 est.). Despite GDP growth rate of 6.1% (2010 est.), the poverty rate is 13.33% or 32,666,535 (2010) with unemployment rate of 7.1% or 17,438,526 (2010 est.) of which 22.2% or 3,871,353 (2009) of them are between ages 15-24. Although the country’s population is the 4th largest in the world, the GDP per capita remains at US$ 4,200 (2010 est.)

The need to accommodate people has reached emergency levels in Indonesia. The demand for housing every year is 800,000 units, whereas the supply is no more than 500,000 units. In 2004, Indonesia faced a shortage of 5.4 million houses. In 2010, BPS (Indonesian Central Statistics Agency) recorded the increase in shortage of up to 13.6 million houses.

Turning Road to a Public Place: Case Study of Car Free Day Phenomenon in Bandung

Abstrack ini dimabil dari makalah yang dipublikasikan pada Sustainable, Culture, Architecture and Nature (SCAN) #3 Seminar: "Sticks and Carrots" Reward and Punishment di Atmajaya University, Yogyakarta, Indonesia tanggal 15 May 2012 dan ditulis oleh Aswin Rahadi, Alia Widyarini Hapsariniaty, Siti Larissa Sarasvati, Siti Kania Mevianti, Tara Putri Paramitha.

Due to increased number of population and the decrease of land plots in Indonesia, currently resulted in the increase of land price and value. Besides the problem of decrease land plots, the government also faced problem lack of infrastructures to support the increased number of cars and other vehicles. As a result, public spaces development has been abandoned in favor of infrastructure development.
This is also worsening with the facts that numbers of public spaces in cities around Indonesia has not being able to support the adequate ratio with the growing population.

Thursday, January 26, 2012

Pelaksanaan Proyek Apartemen Bersubsidi berdasarkan Peraturan Pembangunan Rumah Susun Bertingkat Tinggi, Kasus: Apartemen Buah Batu Park, Bandung

Abstrak ini diambil dari makalah yang merupakan tugas dari mata kuliah Manajemen Proses Proyek, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2011, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty, Puspita Darmaningtyas, dan Lestari.

Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) yang dikenal juga dengan istilah Apartemen bersubsidi atau Low Cost Apartment (LCA) merupakan jenis bangunan yang kini mulai banyak dibangun di kota-kota besar Indonesia. Hal ini disebabkan oleh yang program pemerintah untuk menyediakan perumahan di kawasan pusat aktivitas masyarakat yaitu proyek seribu menara yang dimulai sejak tahun 2007. Sejak mulai program ini mulai diberlakukan sampai dengan tahun 2010, baru 230 apartemen yang terbangun di sepuluh kota besar Indonesia. Program ini menghadapi berbagai kendala dari mulai perizinan, pertanahan, keterpaduan infrastruktur, pajak dan retribusi pusat dan daerah, serta kebijakan pembiayaan. Oleh karena itu, makalah ini akan berusaha membahas bagaimana pelaksanaan pembangunan proyek apartemen bersubsidi dilihat dari peraturan pemerintah tentang penyelenggaraan Rusunami.

Perusahaan Konsultan Arsitektur Kecil: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilannya untuk Bertahan dalam Industri Konstruksi

Abstrak ini diambil dari makalah yang merupakan tugas dari mata kuliah Manajemen Proses Proyek, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2011, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty dan merupakan pengembangan dari makalah ini.

Fenomena perusahaan konsultan arsitektur yang semakin terfragmentasi dan spesifik di bidang tertentu merupakan hal yang cukup menarik. Perusahaan konsultan arsitektur dipengaruhi oleh ekonomi nasional dan global secara keseluruhan. Sebelum krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998, perusahaan konsultan arsitektur yang banyak berkembang adalah perusahaan konsultan dengan lingkup perusahaan yang cukup besar. Setelah krisis ekonomi tahun 1998, bermunculanlah perusahaan-perusahaan konsultan arsitektur kecil dengan jumlah pegawai yang sedikit dan lingkup pekerjaan yang spesifik.

Budaya dan Ruang Domestik: Pengaruh Budaya pada Tatanan Interior

Abstrak ini diambil dari makalah yang merupakan tugas dari mata kuliah Arsitektur Budaya, dan Pembangunan, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2011, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty, Irma Subagio, dan Puspita Darmaningtyas dan merupakan pengembangan dari makalah ini.

Rumah atau home memiliki makna yang berbeda dengan house karena di dalamnya terdapat identitas, hubungan sosial dan makna kolektif, serta di dalamnya terdapat aktivitas kehidupan manusia. Home adalah ruang domestik yang dekat dengan kehidupan manusia dan dipengaruhi oleh budaya. Banyak faktor budaya yang mempengaruhi ruang domestik itu sendiri, seperti: memori dan waktu; sosial, ekonomi dan politik; kebiasaan (habit); teknologi; usia; dan gender. Pada artikel ini akan dilihat hubungan antara budaya dan ruang domestik dengan membandingkan tatanan interior pada tiga rumah tinggal. Penelitian dilakukan dengan cara pengamatan lapangan dan wawancara dengan penghuni rumah. Hasilnya didapatkan bahwa budaya mempengaruhi ruang domestik. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan tatanan interior dan penggunaan ruangnya, meskipun ketiga rumah tinggal tersebut memiliki karakteristik rumah tinggal dan penghuni yang hampir sama.

Budaya dan Ruang Domestik

Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah Arsitektur Budaya, dan Pembangunan, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2011, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty, Irma Subagio, dan Puspita Darmaningtyas.

Abstrak- Rumah atau home memiliki makna yang berbeda dengan house karena di dalamnya terdapat identitas, hubungan sosial dan makna kolektif, serta di dalamnya terdapat aktivitas kehidupan manusia. Home adalah ruang domestik yang dekat dengan kehidupan manusia dan dipengaruhi oleh budaya. Banyak faktor budaya yang mempengaruhi ruang domestik itu sendiri, seperti: memori dan waktu; sosial, ekonomi dan politik; kebiasaan (habit); teknologi; usia; dan gender. Selain itu, lokasi juga mempengaruhi faktor budaya mana yang secara dominan mempengaruhi ruang domestik. Budaya di satu lokasi berbeda dengan di lokasi lain karena faktor budayanya juga berbeda sehingga menghasilkan ruang domestik yang berbeda pula. Komposisi faktor budaya mana yang dominan menentukan bentukan ruang domestik yang terjadi.


Kata Kunci : Ruang Domestik, Budaya, Rumah


Hubungan antara Budaya dan Lingkungan Binaan

Tulisam ini diambil dari presentasi yang merupakan tugas dari mata kuliah Arsitektur Budaya, dan Pembangunan, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2011, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty.
 
Kent, S (1990), Domestic Architecture and the Use of Space: An Interdisciplinary Cross-Cultural Study, New York: Cambridge University Press
Bab 2 – System of Activities and System of Settings

Untuk menganalisis hubungan antara budaya dan lingkungan binaan, maka dapat digunakan variabel sosial dengan sekuens tertentu yang semakin spesifik dari budaya melalui world views dan nilai, sampai kepada gaya hidup dan aktivitas dan melngamati ekspresi sosial.

Struktur Membran Fabric sebagai Elemen Estetis pada Bangunan Pasar, Studi Kasus: Kios Taman Pondok Labu, Jakarta Selatan

Abstrak ini diambil dari makalah yang merupakan tugas dari mata kuliah Arsitektur dan Teknologi, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2010, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty.


Struktur tension atau tensile merupakan teknologi bangunan yang mulai banyak digunakan di Indonesia. Struktur ini merupakan sintesis dari bentuk struktural dan arsitektural yang memiliki fungsi lain yaitu sebagai elemen estetis dalam bangunan. Selama ini, pasar merupakan bangunan yang memiliki stereotipe negatif terutama dilihat dari kualitas bangunannya. Oleh karena itu, makalah ini berusaha membahas bangunan pasar yang menggunakan struktur membran fabric pada sebagian penutup atapnya, yaitu Kios Taman Pondok Labu, dimana persepsi yang didapatkan dari bentukan struktur ini berbanding terbalik dengan persepsi terhadap pasar selama ini. Penulis berusaha untuk mengetahui penggunaan struktur membran fabric pada bangunan pasar, kaitannya dengan fungsi utamanya sebagai penutup atap dan elemen estetis pada bangunan.


Lesson Learned: Perwujudan Respon Bangunan Rumah Tinggal Kolonial Belanda terhadap Kondisi Iklim Indonesia


Abstrak ini diambil dari makalah yang merupakan tugas dari mata kuliah Arsitektur dan Teknologi, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2010, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty, Monike Kusna, dan Johanita Anggia.

Dewasa ini, perancangan rumah tinggal yang memperhatikan kondisi iklim setempat melalui passive design telah menjadi tuntutan ditengah gencarnya isu penghematan energi. Dalam upaya mengembangkan teknologi passive design, bangunan rumah tinggal kolonial Belanda menjadi bahan pembelajaran bagaimana passive design diterapkan sebagai respon terhadap kondisi lingkungan sekitarnya, dalam hal ini iklim Indonesia yang tropis basah. Hasil dari penelitian ini adalah contoh dari aplikasi perancangan yang memperhatikan kondisi iklim Indonesia dan juga teknologi yang masih relevan untuk diterapkan pada perancangan rumah tinggal saat ini.


Perusahaan Konsultan Arsitektur Kecil: Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilannya untuk bertahan di dalam Pasar Industri Konstruksi

Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah Industri Konstruksi dan Pembangunan, SAPPK Institut Teknologi Bandung pada tahun 2010, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty.

Fenomena perusahaan konsultan arsitektur yang semakin terfragmentasi dan spesifik di bidang tertentu merupakan hal yang cukup menarik. Salah satu penyebab utama timbulnya fenomena ini adalah karena perkembangan ekonomi yang tidak menentu. Perusahaan konsultan arsitektur dipengaruhi oleh ekonomi nasional dan global secara keseluruhan. Sebagai bagian dari industri konstruksi, bisnis di bidang arsitektur bersifat cyclical – bergantung pada kenaikan dan penurunan dalam siklus bisnis (business cycle). Perancangan merupakan tahap awal dalam proses pengembangan, sehingga sebagian besar perusahaan arsitektur akan merasakan terjadi penurunan dalam ekonomi bahkan sebelum dinyatakannya terjadi resesi. (Klein, 2010)

Hubungan antara Industri Konstruksi dan Sektor Lainnya di Indonesia

 Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah Industri Konstruksi dan Pembangunan, SAPPK Institut Teknologi Bandung pada tahun 2010, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty, Monike Kusna, dan Johanita Anggia
 
Industri Konstruksi sebagai Indikator Utama Perekonomian dan Keterkaitannya dengan Sektor lainnya

Industri konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang memegang peranan penting dalam perekonomian. Pada tahun yang lalu, laju pertumbuhan sektor konstruksi mencapai 7.1%-10%, menyumbang 0,4 % dari laju ekonomi 2009 sebesar 4,5%. Data Badan Pusat Statistisk (BPS) menyebutkan sektor ini mampu memberi sumbangan pada penyerapan tenaga kerja langsung hingga 4%-5% dan dianggap memiliki peran sentral terhadap sektor lainnya. Dengan demikian, sektor industri ini dapat dijadikan sebagai indikator seberapa aktifnya kegiatan ekonomi yang sedang berlangsung. Selain itu, dampak yang dihasilkannya terhadap perekonomian melebihi daripada kegiatan konstruksi itu sendiri, yaitu dapat menjadi pendorong sektor-sektor yang terkait lainnya (multiplier effect). Seluruh kegiatan ekonomi, baik barang maupun jasa akan membutuhkan produk dari industri konstruksi sebagai faktor produksi.

Wednesday, January 25, 2012

Notes from Quantitative Analysis Class: Terminologi

1. PENELITIAN (RISET)
Menurut Creswell adalah rangkaian kegiatan mengumpulkan data, analisis data, dan interpretasi hasil analisis untuk mendapatkan pengetahuan baru. Menurut Snyder (1984), research as systematic inquiries directed towards the creation of knowledge.

2. METODOLOGI PENELITIAN
Pengetahuan tentang metode pengumpulan data dan analisis data, sedangkan menurut Creswell adalah strategies of inquiries


Reviving Traditional Settlements: Green or Not Green? Case Study of Setu Babakan, A Betawi Cultural Village

The term green lifestyle, Eco living, or sustainable development had actually been practiced since long time ago in traditional settlements across Indonesia. Many studies had confirmed that vernacular housing adapts well to local climate and environment and combined with traditional culture that emphasized harmony with nature produced an ecologically responsible community. Although eroded by globalization, recently the “back to nature” trends also promote traditional housing and culture. If traditional housing and culture supports sustainability, why not revive them? 

Lifestyle and Architecture: A Consumer Perception Study on Well Designed Marketplace in Indonesia

Nowadays, there is a significant declining trend of consumers in Indonesia, especially from younger generation to visit and purchase their daily products in local marketplace. Their lifestyle and shopping paradigm has gradually shifted from local marketplace to national or international hypermarket.

Local marketplace with long history of tradition usually has location advantages compared with hypermarket, but somehow this main advantages - which defines what property is all about – failed to attract consumers.

Tourism in Jakarta and the Effort to Develop Creative Industry in Setu Babakan

Betawi, which Jakarta indigenous people named, from time to times, are faced with challenge on conserving their culture within the scope of urban growth toward a modern city. As their last effort of defense, it is manifested through the development of cultural conservation area located in Setu Babakan. Setu Babakan as”Betawi Conservation Settlement” is expected to evolve eventually into tourism area, which is known as a region that maintains the Betawi culture. It also expected to become the area that can create and develop the creative industries of Jakarta, and bring income for surrounding community.

City Branding: A Conceptual Study for the City of Semarang

Semarang is a city which known for their culinary, education, and rich cultural heritage. There are many possibilities and opportunities lies for the city to prosper and benefits more, but yet until now the government has not yet fully utilized them.

This study will try to elaborate on the idea how to brand city, and what previous studies has been done in the past in the cities all around the world to re-brand a city.

How Instant Messaging Improves Real Life Interaction: Case Study of Blackberry Messenger Group

We are now living in a world where the technology has enabled us to communicate easily without the need to meet face-to-face in person. Social networking, video conference, instant messaging and other web 2.0 services makes our communication become more borderless yet it reduced the face-to-face interaction. This method of communication not only affecting the way we communicate with each other, but also the way we live.

Consumer Perception towards Online Shopping: Case Study of Online Store in Bandung & Surrounding Region

Currently, shopping is not only being conducted with face-to-face interaction, but also using web 2.0 support as medium for transaction. Several reasons which attract consumers to purchase products via online include: cheaper price, ability to find unique product which will not be found in regular shop, and the newness of the product. For seller, there are also several advantages for selling product via online, which include: ease of start-up, competitiveness advantages, and direct market penetration.

The '+' Project: Penerapan Konservasi Air pada Rumah Tinggal

'+' Project merupakan suatu sayembara yang diadakan oleh Phillips yang berdasarkan keterangan pada situsnya, ‘+’ Project merupakan komitmen Phillips untuk mengajak masyarakat Indonesia dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Fokus program ini terletak pada Kota Layak Huni, Hidup Sehat, dan Akses layanan kesehatan. Cara mengikuti sayembara ini adalah dengan mengirimkan ide seputar cara untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Finalis dari sayembara ini berkesempatan untuk menjadi bagian dari tim Philips untuk mewujudkan idenya menjadi kenyataan.

First Rambling Thoughts

Berawal dari memasukkan ide ke kompetisi Project '+' yang diadakan oleh Phillips, entah kenapa hari ini terlintas di pikiran untuk menuliskan segala macam hal mengenai arsitektur, perencanaan kota, perumahan permukiman, desain ke dalam sebuah blog, sehingga tidak mengendap di diri sendiri dan kepala ini overloaded.