Pages

Thursday, January 26, 2012

Perusahaan Konsultan Arsitektur Kecil: Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilannya untuk bertahan di dalam Pasar Industri Konstruksi

Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah Industri Konstruksi dan Pembangunan, SAPPK Institut Teknologi Bandung pada tahun 2010, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty.

Fenomena perusahaan konsultan arsitektur yang semakin terfragmentasi dan spesifik di bidang tertentu merupakan hal yang cukup menarik. Salah satu penyebab utama timbulnya fenomena ini adalah karena perkembangan ekonomi yang tidak menentu. Perusahaan konsultan arsitektur dipengaruhi oleh ekonomi nasional dan global secara keseluruhan. Sebagai bagian dari industri konstruksi, bisnis di bidang arsitektur bersifat cyclical – bergantung pada kenaikan dan penurunan dalam siklus bisnis (business cycle). Perancangan merupakan tahap awal dalam proses pengembangan, sehingga sebagian besar perusahaan arsitektur akan merasakan terjadi penurunan dalam ekonomi bahkan sebelum dinyatakannya terjadi resesi. (Klein, 2010)


Sebelum krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998, perusahaan konsultan arsitektur yang banyak berkembang adalah perusahaan konsultan dengan lingkup perusahaan yang cukup besar yaitu memiliki jumlah karyawan yang banyak, lingkup pekerjaan yang dilayani cukup luas dari perencanaan tapak, perancangan bangunan, struktur, sampai mekanikal elektrikal, contohnya seperti Arkonin, Encona, dan lain sebagainya.

Setelah krisis ekonomi tahun 1998, dimana bidang industri konstruksi mengalami penurunan permintaan yang cukup signifikan dan perusahaan konsultan arsitektur besar banyak yang mengalami kesulitan dalam menjalankan perusahaannya, bahkan beberapa diantaranya dibubarkan. Setelah beberapa saat kemudian, bermunculanlah perusahaan-perusahaan konsultan arsitektur kecil dengan jumlah pegawai yang sedikit dan lingkup pekerjaan yang spesifik, seperti hanya pada perancangan tapak saja, landscape saja, perancangan bangunan saja, dan sebagainya, seperti Urbane, Atelier, dan lain-lain.

Perusahaan konsultan arsitektur yang memilih untuk tetap kecil bukan sebagai tanda kegagalan, tetapi sebagian besar konsultan memilih hal tersebut agar mendapatkan kestabilan pada saat proses kreatif, dapat lebih cepat merespon permintaan dari klien, dan terbebas dari beban administrasi akibat mempekerjakan karyawan yang banyak. (Littlefield, 2005)

Menurut Zimmerer dkk (2008), pada umumnya sebutan untuk perusahaan kecil adalah perusahaan yang memiliki jumlah pegawai kurang dari 20 orang. Di Amerika Serikat, sebagian besar perusahaan kecil bergerak di bidang jasa (39,2%) dan retail (20,5%), sedangkan untuk industri konstruksi sekitar 11,5%. Meskipun perusahaan kecil, namun kontribusinya pada ekonomi cukup besar, yaitu menyerap tenaga kerja pada sektor privat di Amerika Serikat sebanyak 51%. Kurang lebih 90% perusahaan kecil memiliki jumlah karyawan kurang dari 20 orang, serta perusahaan kecil cenderung lebih banyak menciptakan lapangan pekerjaan dibandingkan dengan perusahaan besar karena sifatnya yang mengintensifkan tenaga kerja. Kenyataannya, perusahaan kecil menciptakan dua pertiga sampai tiga perempat pekerjaan yang baru di ekonomi Amerika Serikat.
Selain itu, Perusahaan kecil memiliki kelebihan apabila dibandingkan dengan perusahaan besar terutama dalam hal pelatihan karyawannya. Menurut kajian yang dilakukan oleh Small Business Administration, perusahaan kecil lebih banyak memberikan pelatihan dan pemberian kesempatan kepada karyawannya. (Zimmerer, Scarbourough & Wilson, 2008)

Perusahaan konsultan kecil tentunya memiliki permasalahan yang berbeda dalam menjalankan perusahaannya dibandingkan dengan perusahaan konsultan besar. Oleh karena itu, makalah ini mencoba untuk membahas perusahaan konsultan kecil dari segi manajerial dan apa yang menyebabkan keberhasilannya untuk tetap bertahan di pasar industri konstruksi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan kecil adalah manajemen, pengalaman, kontrol keuangan, marketing, strategic plan, pertumbuhan, lokasi, kontrol inventory, pricing, dan entreupreurial transition (Zimmerer, Scarbourough & Wilson, 2008)

Makalah ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor dominan apakah yang mempengaruhi keberhasilan suatu konsultan arsitektur dengan lingkup pekerjaan yang spesifik tersebut dilihat dari segi manajerial perusahaan (manajemen, pengalaman, kontrol keuangan, marketing, strategic plan, dan pertumbuhan) dan bagaimana perusahaan konsultan arsitektur kecil tersebut bertahan di pasar industri konstruksi dalam ekonomi yang baik, maupun buruk.

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa faktor-faktor dominan yang mempengaruhi keberhasilan dan bagaimana perusahaan konsultan kecil tersebut dapat bertahan di kondisi ekonomi yang baik maupun buruk antara perusahaan konsultan kecil yang satu dan lainnya adalah sama.

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi bagi para arsitek yang ingin memulai usaha sendiri dengan membuka perusahaan konsultan kecil. Selain itu, penelitian tentang manajemen perusahaan konsultan arsitektur jarang dilakukan sebelumnya, sehingga diharapkan penelitian ini akan menjadi penggerak bagi penelitian mengenai manajemen yang berhubungan dengan bidang arsitektur.

Pendekatan yang dilakukan dalam melakukan penelitian adalah secara kuantitatif dan kualitatif, pengumpulan data menggunakan survei kuesioner yang terstruktur ke beberapa konsultan kecil di Jabotabek, Bandung, dan Bali. Pemilihan konsultan yang menjadi responden tersebut berdasarkan atas lokasi dimana terdapat banyak konsultan kecil yang cukup mapan dan memiliki proyek dari skala yang kecil sampai besar. Selain itu, dilakukan wawancara kepada pemilik dan karyawan (informan kunci) untuk melengkapi data dan untuk mendapatkan kemungkinan di luar faktor-faktor yang telah ditentukan.

Analisis data dilakukan secara kuantitatif, yaitu analisis korelasi, analisis komponen utama, dan analisis faktor dengan menggunakan software statistik JMP. Hasil analisis berupa matriks korelasi, special map, dan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan konsultan arsitektur kecil. Setelah itu, dilakukan interpretasi hasil analisis dan dilengkapi dengan hasil dari wawancara.

Daftar Pustaka

Klein, R. (2010). The Architect’s Guide to Small Firm Management. Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Littlefield, D. (2005). An Architect's Guide to Running a Practice . Burlington, MA: Architectural Press.

Zimmerer, Scarbourough & Wilson. (2008). Essentials of Entrepreuneurship and Small Business Management. New Jersey: Pearson Education, Inc. 

No comments: