Abstrak ini diambil dari makalah yang merupakan tugas dari mata kuliah Arsitektur Budaya, dan Pembangunan, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2011, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty, Irma Subagio, dan Puspita Darmaningtyas dan merupakan pengembangan dari makalah ini.
Rumah atau home memiliki makna yang berbeda dengan house karena di dalamnya terdapat identitas, hubungan sosial dan makna kolektif, serta di dalamnya terdapat aktivitas kehidupan manusia. Home adalah ruang domestik yang dekat dengan kehidupan manusia dan dipengaruhi oleh budaya. Banyak faktor budaya yang mempengaruhi ruang domestik itu sendiri, seperti: memori dan waktu; sosial, ekonomi dan politik; kebiasaan (habit); teknologi; usia; dan gender. Pada artikel ini akan dilihat hubungan antara budaya dan ruang domestik dengan membandingkan tatanan interior pada tiga rumah tinggal. Penelitian dilakukan dengan cara pengamatan lapangan dan wawancara dengan penghuni rumah. Hasilnya didapatkan bahwa budaya mempengaruhi ruang domestik. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan tatanan interior dan penggunaan ruangnya, meskipun ketiga rumah tinggal tersebut memiliki karakteristik rumah tinggal dan penghuni yang hampir sama.
No comments:
Post a Comment