Abstrak ini diambil dari makalah yang merupakan tugas dari mata kuliah Manajemen Proses Proyek, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2011, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty, Puspita Darmaningtyas, dan Lestari.
Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) yang dikenal juga dengan istilah Apartemen bersubsidi atau Low Cost Apartment (LCA) merupakan jenis bangunan yang kini mulai banyak dibangun di kota-kota besar Indonesia. Hal ini disebabkan oleh yang program pemerintah untuk menyediakan perumahan di kawasan pusat aktivitas masyarakat yaitu proyek seribu menara yang dimulai sejak tahun 2007. Sejak mulai program ini mulai diberlakukan sampai dengan tahun 2010, baru 230 apartemen yang terbangun di sepuluh kota besar Indonesia. Program ini menghadapi berbagai kendala dari mulai perizinan, pertanahan, keterpaduan infrastruktur, pajak dan retribusi pusat dan daerah, serta kebijakan pembiayaan. Oleh karena itu, makalah ini akan berusaha membahas bagaimana pelaksanaan pembangunan proyek apartemen bersubsidi dilihat dari peraturan pemerintah tentang penyelenggaraan Rusunami.
Thursday, January 26, 2012
Perusahaan Konsultan Arsitektur Kecil: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilannya untuk Bertahan dalam Industri Konstruksi
Abstrak ini diambil dari makalah yang merupakan tugas dari mata kuliah Manajemen Proses Proyek, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2011, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty dan merupakan pengembangan dari makalah ini.
Fenomena perusahaan konsultan arsitektur yang semakin terfragmentasi dan spesifik di bidang tertentu merupakan hal yang cukup menarik. Perusahaan konsultan arsitektur dipengaruhi oleh ekonomi nasional dan global secara keseluruhan. Sebelum krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998, perusahaan konsultan arsitektur yang banyak berkembang adalah perusahaan konsultan dengan lingkup perusahaan yang cukup besar. Setelah krisis ekonomi tahun 1998, bermunculanlah perusahaan-perusahaan konsultan arsitektur kecil dengan jumlah pegawai yang sedikit dan lingkup pekerjaan yang spesifik.
Fenomena perusahaan konsultan arsitektur yang semakin terfragmentasi dan spesifik di bidang tertentu merupakan hal yang cukup menarik. Perusahaan konsultan arsitektur dipengaruhi oleh ekonomi nasional dan global secara keseluruhan. Sebelum krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998, perusahaan konsultan arsitektur yang banyak berkembang adalah perusahaan konsultan dengan lingkup perusahaan yang cukup besar. Setelah krisis ekonomi tahun 1998, bermunculanlah perusahaan-perusahaan konsultan arsitektur kecil dengan jumlah pegawai yang sedikit dan lingkup pekerjaan yang spesifik.
Budaya dan Ruang Domestik: Pengaruh Budaya pada Tatanan Interior
Abstrak ini diambil dari makalah yang merupakan tugas dari mata kuliah Arsitektur Budaya, dan Pembangunan, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2011, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty, Irma Subagio, dan Puspita Darmaningtyas dan merupakan pengembangan dari makalah ini.
Rumah atau home memiliki makna yang berbeda dengan house karena di dalamnya terdapat identitas, hubungan sosial dan makna kolektif, serta di dalamnya terdapat aktivitas kehidupan manusia. Home adalah ruang domestik yang dekat dengan kehidupan manusia dan dipengaruhi oleh budaya. Banyak faktor budaya yang mempengaruhi ruang domestik itu sendiri, seperti: memori dan waktu; sosial, ekonomi dan politik; kebiasaan (habit); teknologi; usia; dan gender. Pada artikel ini akan dilihat hubungan antara budaya dan ruang domestik dengan membandingkan tatanan interior pada tiga rumah tinggal. Penelitian dilakukan dengan cara pengamatan lapangan dan wawancara dengan penghuni rumah. Hasilnya didapatkan bahwa budaya mempengaruhi ruang domestik. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan tatanan interior dan penggunaan ruangnya, meskipun ketiga rumah tinggal tersebut memiliki karakteristik rumah tinggal dan penghuni yang hampir sama.
Rumah atau home memiliki makna yang berbeda dengan house karena di dalamnya terdapat identitas, hubungan sosial dan makna kolektif, serta di dalamnya terdapat aktivitas kehidupan manusia. Home adalah ruang domestik yang dekat dengan kehidupan manusia dan dipengaruhi oleh budaya. Banyak faktor budaya yang mempengaruhi ruang domestik itu sendiri, seperti: memori dan waktu; sosial, ekonomi dan politik; kebiasaan (habit); teknologi; usia; dan gender. Pada artikel ini akan dilihat hubungan antara budaya dan ruang domestik dengan membandingkan tatanan interior pada tiga rumah tinggal. Penelitian dilakukan dengan cara pengamatan lapangan dan wawancara dengan penghuni rumah. Hasilnya didapatkan bahwa budaya mempengaruhi ruang domestik. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan tatanan interior dan penggunaan ruangnya, meskipun ketiga rumah tinggal tersebut memiliki karakteristik rumah tinggal dan penghuni yang hampir sama.
Budaya dan Ruang Domestik
Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah Arsitektur Budaya, dan Pembangunan, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2011, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty, Irma Subagio, dan Puspita Darmaningtyas.
Abstrak- Rumah atau home memiliki makna yang berbeda dengan house karena di dalamnya terdapat identitas, hubungan sosial dan makna kolektif, serta di dalamnya terdapat aktivitas kehidupan manusia. Home adalah ruang domestik yang dekat dengan kehidupan manusia dan dipengaruhi oleh budaya. Banyak faktor budaya yang mempengaruhi ruang domestik itu sendiri, seperti: memori dan waktu; sosial, ekonomi dan politik; kebiasaan (habit); teknologi; usia; dan gender. Selain itu, lokasi juga mempengaruhi faktor budaya mana yang secara dominan mempengaruhi ruang domestik. Budaya di satu lokasi berbeda dengan di lokasi lain karena faktor budayanya juga berbeda sehingga menghasilkan ruang domestik yang berbeda pula. Komposisi faktor budaya mana yang dominan menentukan bentukan ruang domestik yang terjadi.
Abstrak- Rumah atau home memiliki makna yang berbeda dengan house karena di dalamnya terdapat identitas, hubungan sosial dan makna kolektif, serta di dalamnya terdapat aktivitas kehidupan manusia. Home adalah ruang domestik yang dekat dengan kehidupan manusia dan dipengaruhi oleh budaya. Banyak faktor budaya yang mempengaruhi ruang domestik itu sendiri, seperti: memori dan waktu; sosial, ekonomi dan politik; kebiasaan (habit); teknologi; usia; dan gender. Selain itu, lokasi juga mempengaruhi faktor budaya mana yang secara dominan mempengaruhi ruang domestik. Budaya di satu lokasi berbeda dengan di lokasi lain karena faktor budayanya juga berbeda sehingga menghasilkan ruang domestik yang berbeda pula. Komposisi faktor budaya mana yang dominan menentukan bentukan ruang domestik yang terjadi.
Kata Kunci : Ruang Domestik, Budaya, Rumah
Hubungan antara Budaya dan Lingkungan Binaan
Tulisam ini diambil dari presentasi yang merupakan tugas dari mata kuliah Arsitektur Budaya, dan Pembangunan, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2011, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty.
Kent, S (1990), Domestic Architecture and the Use of Space: An Interdisciplinary Cross-Cultural Study, New York: Cambridge University Press
Bab 2 – System of Activities and System of Settings
Untuk menganalisis hubungan antara budaya dan lingkungan binaan, maka dapat digunakan variabel sosial dengan sekuens tertentu yang semakin spesifik dari budaya melalui world views dan nilai, sampai kepada gaya hidup dan aktivitas dan melngamati ekspresi sosial.
Kent, S (1990), Domestic Architecture and the Use of Space: An Interdisciplinary Cross-Cultural Study, New York: Cambridge University Press
Bab 2 – System of Activities and System of Settings
Untuk menganalisis hubungan antara budaya dan lingkungan binaan, maka dapat digunakan variabel sosial dengan sekuens tertentu yang semakin spesifik dari budaya melalui world views dan nilai, sampai kepada gaya hidup dan aktivitas dan melngamati ekspresi sosial.
Struktur Membran Fabric sebagai Elemen Estetis pada Bangunan Pasar, Studi Kasus: Kios Taman Pondok Labu, Jakarta Selatan
Abstrak ini diambil dari makalah yang merupakan tugas dari mata kuliah Arsitektur dan Teknologi, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2010, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty.
Struktur tension atau tensile merupakan teknologi bangunan yang mulai banyak digunakan di Indonesia. Struktur ini merupakan sintesis dari bentuk struktural dan arsitektural yang memiliki fungsi lain yaitu sebagai elemen estetis dalam bangunan. Selama ini, pasar merupakan bangunan yang memiliki stereotipe negatif terutama dilihat dari kualitas bangunannya. Oleh karena itu, makalah ini berusaha membahas bangunan pasar yang menggunakan struktur membran fabric pada sebagian penutup atapnya, yaitu Kios Taman Pondok Labu, dimana persepsi yang didapatkan dari bentukan struktur ini berbanding terbalik dengan persepsi terhadap pasar selama ini. Penulis berusaha untuk mengetahui penggunaan struktur membran fabric pada bangunan pasar, kaitannya dengan fungsi utamanya sebagai penutup atap dan elemen estetis pada bangunan.
Struktur tension atau tensile merupakan teknologi bangunan yang mulai banyak digunakan di Indonesia. Struktur ini merupakan sintesis dari bentuk struktural dan arsitektural yang memiliki fungsi lain yaitu sebagai elemen estetis dalam bangunan. Selama ini, pasar merupakan bangunan yang memiliki stereotipe negatif terutama dilihat dari kualitas bangunannya. Oleh karena itu, makalah ini berusaha membahas bangunan pasar yang menggunakan struktur membran fabric pada sebagian penutup atapnya, yaitu Kios Taman Pondok Labu, dimana persepsi yang didapatkan dari bentukan struktur ini berbanding terbalik dengan persepsi terhadap pasar selama ini. Penulis berusaha untuk mengetahui penggunaan struktur membran fabric pada bangunan pasar, kaitannya dengan fungsi utamanya sebagai penutup atap dan elemen estetis pada bangunan.
Lesson Learned: Perwujudan Respon Bangunan Rumah Tinggal Kolonial Belanda terhadap Kondisi Iklim Indonesia
Abstrak ini diambil dari makalah yang merupakan tugas dari mata kuliah Arsitektur dan Teknologi, SAPPK, Institut Teknologi Bandung tahun 2010, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty, Monike Kusna, dan Johanita Anggia.
Dewasa ini, perancangan rumah tinggal yang memperhatikan kondisi iklim setempat melalui passive design telah menjadi tuntutan ditengah gencarnya isu penghematan energi. Dalam upaya mengembangkan teknologi passive design, bangunan rumah tinggal kolonial Belanda menjadi bahan pembelajaran bagaimana passive design diterapkan sebagai respon terhadap kondisi lingkungan sekitarnya, dalam hal ini iklim Indonesia yang tropis basah. Hasil dari penelitian ini adalah contoh dari aplikasi perancangan yang memperhatikan kondisi iklim Indonesia dan juga teknologi yang masih relevan untuk diterapkan pada perancangan rumah tinggal saat ini.
Perusahaan Konsultan Arsitektur Kecil: Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilannya untuk bertahan di dalam Pasar Industri Konstruksi
Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah Industri Konstruksi dan Pembangunan, SAPPK Institut Teknologi Bandung pada tahun 2010, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty.
Fenomena perusahaan konsultan arsitektur yang semakin terfragmentasi dan spesifik di bidang tertentu merupakan hal yang cukup menarik. Salah satu penyebab utama timbulnya fenomena ini adalah karena perkembangan ekonomi yang tidak menentu. Perusahaan konsultan arsitektur dipengaruhi oleh ekonomi nasional dan global secara keseluruhan. Sebagai bagian dari industri konstruksi, bisnis di bidang arsitektur bersifat cyclical – bergantung pada kenaikan dan penurunan dalam siklus bisnis (business cycle). Perancangan merupakan tahap awal dalam proses pengembangan, sehingga sebagian besar perusahaan arsitektur akan merasakan terjadi penurunan dalam ekonomi bahkan sebelum dinyatakannya terjadi resesi. (Klein, 2010)
Fenomena perusahaan konsultan arsitektur yang semakin terfragmentasi dan spesifik di bidang tertentu merupakan hal yang cukup menarik. Salah satu penyebab utama timbulnya fenomena ini adalah karena perkembangan ekonomi yang tidak menentu. Perusahaan konsultan arsitektur dipengaruhi oleh ekonomi nasional dan global secara keseluruhan. Sebagai bagian dari industri konstruksi, bisnis di bidang arsitektur bersifat cyclical – bergantung pada kenaikan dan penurunan dalam siklus bisnis (business cycle). Perancangan merupakan tahap awal dalam proses pengembangan, sehingga sebagian besar perusahaan arsitektur akan merasakan terjadi penurunan dalam ekonomi bahkan sebelum dinyatakannya terjadi resesi. (Klein, 2010)
Hubungan antara Industri Konstruksi dan Sektor Lainnya di Indonesia
Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah Industri Konstruksi dan Pembangunan, SAPPK Institut Teknologi Bandung pada tahun 2010, ditulis oleh Alia Widyarini Hapsariniaty, Monike Kusna, dan Johanita Anggia
Industri Konstruksi sebagai Indikator Utama Perekonomian dan Keterkaitannya dengan Sektor lainnya
Industri konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang memegang peranan penting dalam perekonomian. Pada tahun yang lalu, laju pertumbuhan sektor konstruksi mencapai 7.1%-10%, menyumbang 0,4 % dari laju ekonomi 2009 sebesar 4,5%. Data Badan Pusat Statistisk (BPS) menyebutkan sektor ini mampu memberi sumbangan pada penyerapan tenaga kerja langsung hingga 4%-5% dan dianggap memiliki peran sentral terhadap sektor lainnya. Dengan demikian, sektor industri ini dapat dijadikan sebagai indikator seberapa aktifnya kegiatan ekonomi yang sedang berlangsung. Selain itu, dampak yang dihasilkannya terhadap perekonomian melebihi daripada kegiatan konstruksi itu sendiri, yaitu dapat menjadi pendorong sektor-sektor yang terkait lainnya (multiplier effect). Seluruh kegiatan ekonomi, baik barang maupun jasa akan membutuhkan produk dari industri konstruksi sebagai faktor produksi.
Industri Konstruksi sebagai Indikator Utama Perekonomian dan Keterkaitannya dengan Sektor lainnya
Industri konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang memegang peranan penting dalam perekonomian. Pada tahun yang lalu, laju pertumbuhan sektor konstruksi mencapai 7.1%-10%, menyumbang 0,4 % dari laju ekonomi 2009 sebesar 4,5%. Data Badan Pusat Statistisk (BPS) menyebutkan sektor ini mampu memberi sumbangan pada penyerapan tenaga kerja langsung hingga 4%-5% dan dianggap memiliki peran sentral terhadap sektor lainnya. Dengan demikian, sektor industri ini dapat dijadikan sebagai indikator seberapa aktifnya kegiatan ekonomi yang sedang berlangsung. Selain itu, dampak yang dihasilkannya terhadap perekonomian melebihi daripada kegiatan konstruksi itu sendiri, yaitu dapat menjadi pendorong sektor-sektor yang terkait lainnya (multiplier effect). Seluruh kegiatan ekonomi, baik barang maupun jasa akan membutuhkan produk dari industri konstruksi sebagai faktor produksi.
Wednesday, January 25, 2012
Notes from Quantitative Analysis Class: Terminologi
1. PENELITIAN (RISET)
Menurut Creswell adalah rangkaian kegiatan mengumpulkan data, analisis data, dan interpretasi hasil analisis untuk mendapatkan pengetahuan baru. Menurut Snyder (1984), research as systematic inquiries directed towards the creation of knowledge.
2. METODOLOGI PENELITIAN
Pengetahuan tentang metode pengumpulan data dan analisis data, sedangkan menurut Creswell adalah strategies of inquiries
Menurut Creswell adalah rangkaian kegiatan mengumpulkan data, analisis data, dan interpretasi hasil analisis untuk mendapatkan pengetahuan baru. Menurut Snyder (1984), research as systematic inquiries directed towards the creation of knowledge.
2. METODOLOGI PENELITIAN
Pengetahuan tentang metode pengumpulan data dan analisis data, sedangkan menurut Creswell adalah strategies of inquiries
Reviving Traditional Settlements: Green or Not Green? Case Study of Setu Babakan, A Betawi Cultural Village
The term green lifestyle, Eco living, or sustainable development had actually been practiced since long time ago in traditional settlements across Indonesia. Many studies had confirmed that vernacular housing adapts well to local climate and environment and combined with traditional culture that emphasized harmony with nature produced an ecologically responsible community. Although eroded by globalization, recently the “back to nature” trends also promote traditional housing and culture. If traditional housing and culture supports sustainability, why not revive them?
Labels:
Abstract,
Architecture,
Betawi,
Jakarta,
Paper,
Publication,
Setu Babakan,
Sustainable
Location:
Yogyakarta, Indonesia
Lifestyle and Architecture: A Consumer Perception Study on Well Designed Marketplace in Indonesia
Nowadays, there is a significant declining trend of consumers in Indonesia, especially from younger generation to visit and purchase their daily products in local marketplace. Their lifestyle and shopping paradigm has gradually shifted from local marketplace to national or international hypermarket.
Local marketplace with long history of tradition usually has location advantages compared with hypermarket, but somehow this main advantages - which defines what property is all about – failed to attract consumers.
Local marketplace with long history of tradition usually has location advantages compared with hypermarket, but somehow this main advantages - which defines what property is all about – failed to attract consumers.
Labels:
Abstract,
Architecture,
Lifestyle,
Marketplace,
Paper,
Perception,
Publication
Location:
Yogyakarta, Indonesia
Tourism in Jakarta and the Effort to Develop Creative Industry in Setu Babakan
Betawi, which Jakarta indigenous people named, from time to times, are
faced with challenge on conserving their culture within the scope of
urban growth toward a modern city. As their last effort of defense, it
is manifested through the development of cultural conservation area
located in Setu Babakan. Setu Babakan as”Betawi Conservation Settlement”
is expected to evolve eventually into tourism area, which is known as a
region that maintains the Betawi culture. It also expected to become
the area that can create and develop the creative industries of Jakarta,
and bring income for surrounding community.
Labels:
Abstract,
Betawi,
Creative Industry,
Jakarta,
Paper,
Publication,
Setu Babakan
Location:
Jalan Asia Afrika, Bandung, Indonesia
City Branding: A Conceptual Study for the City of Semarang
Semarang is a city which known for their culinary, education, and rich
cultural heritage. There are many possibilities and opportunities lies
for the city to prosper and benefits more, but yet until now the
government has not yet fully utilized them.
This study will try to elaborate on the idea how to brand city, and what previous studies has been done in the past in the cities all around the world to re-brand a city.
This study will try to elaborate on the idea how to brand city, and what previous studies has been done in the past in the cities all around the world to re-brand a city.
Labels:
Abstract,
City Branding,
Paper,
Publication,
Semarang
Location:
Semarang, Indonesia
How Instant Messaging Improves Real Life Interaction: Case Study of Blackberry Messenger Group
We are now living in a world where the technology has enabled us to communicate easily without the need to meet face-to-face in person. Social networking, video conference, instant messaging and other web 2.0 services makes our communication become more borderless yet it reduced the face-to-face interaction. This method of communication not only affecting the way we communicate with each other, but also the way we live.
Consumer Perception towards Online Shopping: Case Study of Online Store in Bandung & Surrounding Region
Currently, shopping is not only being conducted with face-to-face interaction, but also using web 2.0 support as medium for transaction. Several reasons which attract consumers to purchase products via online include: cheaper price, ability to find unique product which will not be found in regular shop, and the newness of the product. For seller, there are also several advantages for selling product via online, which include: ease of start-up, competitiveness advantages, and direct market penetration.
Labels:
Abstract,
Bandung,
Environment Behavior,
Online Shopping,
Paper,
Perception,
Publication
Location:
Bengkulu, Indonesia
The '+' Project: Penerapan Konservasi Air pada Rumah Tinggal
'+' Project merupakan suatu sayembara yang diadakan oleh Phillips yang berdasarkan keterangan pada situsnya, ‘+’ Project merupakan komitmen Phillips untuk mengajak masyarakat
Indonesia dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan bangsa
Indonesia. Fokus program ini terletak pada Kota Layak Huni, Hidup
Sehat, dan Akses layanan kesehatan. Cara mengikuti sayembara ini adalah dengan mengirimkan ide seputar cara untuk
mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Finalis dari sayembara ini berkesempatan untuk menjadi bagian dari tim Philips untuk
mewujudkan idenya menjadi kenyataan.
Labels:
Paper,
Publication,
Sayembara,
Sustainable,
Water Conservation
Location:
Jalan Ganeca, Bandung, Indonesia
First Rambling Thoughts
Berawal dari memasukkan ide ke kompetisi Project '+' yang diadakan oleh Phillips, entah kenapa hari ini terlintas di pikiran untuk menuliskan segala macam hal mengenai arsitektur, perencanaan kota, perumahan permukiman, desain ke dalam sebuah blog, sehingga tidak mengendap di diri sendiri dan kepala ini overloaded.
Subscribe to:
Posts (Atom)